Jumat, 20 Juni 2014

Kuliner Jawa Timur

Libur akhir pekan adalah hal yang dinanti-nanti setelah kita penat akan aktifitas sehari-hari yang telah menguras otak dan tenaga. Oleh karena itu apa salahnya kita berlibur ke luar kota yang mungkin bisa mengistirahatkan sejenak pikiran-pikiran kita dan menyegarkan kembalidiri kita sebelum beraktifitas kembali. Di Indonesia ini banyak tempat-tempat yang bisa di jadikan tujuan anda ketika anda ingin menikmati akhir pekan anda bersama keluarga. Ke daerah jawa timur misalnya, anda bisa menikmati kota pahlawan Surabaya dan ada juga kota malang yang menawarkan kesejukan alam yang dimana kini kesejukan alam sangat dirindukan oleh banyak orang seperti orang-orang di Jakarta. Dan apabila anda berlibur ke jawa timur, mampirlah ke daerah pasuruan.           
mungkin anda mengetahui pasuruan hanya dari video-vidio dangdut yang dimana seorang biduan meneriakan kata pasuruan. Pasuruan adalah daerah yang berbatasan pas dengan malang, pasuruan terkenal sebagai “sakera”. Dan perlu anda ketahui, di pasuruan terdapat makanan yang sangat khas sama sepertinya lontong balap yang dimiliki oleh kota pahlawan, gudeg  yang dimiliki oleh kota pelajar, karedok yang dimiliki oleh kota metropolitan, dan rendang yang dimiliki oleh kota padang. Makanan itu bernama “KUPANG”, kupang disini bukan nama daerah yang ada di Indonesia melainkan nama makanan. Kupang ini berasal dari kerang sungai yang kecil-kecil. Kupang ini biasa di sajikan dengan lontong bukan dengan nasi,hamper mirip dengan lontong balap. Dan kupang ini memiliki kuah yang khas,
yaitu dimana kuahnya di campur dengan bumbu petis. Dengan dicampur dengan bumbu petis itu, kupang memberikan sensasi tersendiri. Karena siapa yang memakannya pasti akan bingung dan menebak-nebak akan rasa yang disajikannya. Disitu ada rasa asam dan rasa-rasa lain yang membuat kita untuk berpikir sampai-sampai anda tak sadar telah menghabiskan satu porsi. Selain itu, harga makanan ini tidaklah mahal. Cukup dengan biaya 5000-7000 saja kita sudah bisa mendapatkan satu porsi kupang. Dan ini sangat mudah di jumpai di pinggir-pinggir jalan di daerah pasuruan. Maka jangan pernah anda lewatkan untuk mencicipi kuliner satu ini ketika anda melewati atau berada di daerah pasuruan.(MNH)

Kekerasan Terhadap Jurnalis

berbicara tentang jurnalis dan media berarti kita juga berbicara tentang demokrasi. kenapa berbicara tentang demokrasi? iya karena media adalah satu dari empat pilar demokrasi. selain eksekutif, legislatif dan yudikatif, pilar untuk mencapai demokrasi yang sehat adalah media. peran media disini adalah sebagai corong dari pemerintah dan juga sebagai sosial kontrol terhadap sistem di negara.jadi apabila media mngalami kekerasan, berarti itu sama saja telah mencederai demokrasi di negara itu. oleh karena itu, media haruslah kita lindungi. kejelasan hukum terhadap media juga sudah ada yaitu pada UU no.40 tahun 1999.
tapi kenyantaannya, masih ada saja kasus kekerasan terhadap jurnalis. bahkan ada kasus pembunuhan jurnalis hingga saat ini belum juga terungkap dan kasus itu terancam kadaluwarsa. kasus itu adalah kasus pembunuhan jurnalis Udin yaitu seorang wartawan  Surat Kabar Harian Bernas. kasus itu membuat saya untuk membikin puisi sebagai bentuk keprihatinan saya terhadap kekerasan junalis. puisi itu saya bei judul "SUDAH".


SUDAH
M. Nurhakim

jum'at 16 agustus 1999
fuad muhammad syafrudin
kau pergi meninggalkan dunia ini
setelah berita mu membuat ramai negei ini
dan kini
cerita kematian mu tinggal cerita
menjadi cerita yang tak pernah terungkap kebenarannya
aku takut aku takut semua itu terjadi lagi
sudahlah sudah cukup kekerasan itu terjadi
kami hanya ingin bekerja
janganlah kau sakiti kita lagi
mai kita bersama membangun negeri 

Yuli Sumpil, Artis Stadion yang Sederhana

Yuli Sumpil 2Nama Yuli Sugianto mungkin masih terdengar asing bagi kita namun apabila disebutkan Yuli Sumpil mungkin langsung teringat dengan salah satu tim sepakbola Indonesia yaitu Arema Malang. Yuli Sumpil alias Yuli Sugianto adalah pentolan suporter Aremania dimana ia adalah orang yang sangat berpengaruh ketika berada di stadion. Entah sihir apa yang digunakan olehnya
sehingga ribuan orang di dalam stadion mau mengikuti gerakan-gerakan yang ia ciptakan. Mesti dia sangatlah disegani oleh para Aremania namun ia tetaplah ramah kepada orang lain. Ia tetaplah menampilkan kesederhanaannya mesti dia sekarang sudah bisa disetarakan dengan artis ibu kota. Banyak para suporter Aremania yang ingin berfoto dengannya dan ia menanggapi dengan ramah.
Pertandingan Arema tanpa Yuli sumpil seperti sayur tanpa garam, karena Yuli sumpil tak bisa dilepaskan dari Arema. Ia sudah menjadi pendung Arema sudah sejak kelas 5 SD dan pada tahun 1998 iya dipercaya untuk menjadi dirijen Arema. Karena kehebatannya yang bisa memimpin ribuan orang untuk mendukung Arema, kisahnya pernah diangkat menjadi sebuah film yaitu The Conductors. Dimana di dalam film itu iya disamakan dengan 2 orang yang sama hebatnya yaitu Addie MS (Twilite Orchestra) dan AG Sudibyo (Paduan Suara Mahasiswa UI). Selain itu Yuli juga pernah mengantarkan Aremania menjadi suporter terbaik di liga Indonesia.(MNH)

Nama Asli                   : Yuli Sugianto
Nama Lapangan          : Yuli Sumpil
TTL                             : Malang, 14 Juli 1976
Jabatan di Aremania   : Awal gabung, kelas 5 SD
Mejadi dirijen Arema tahun 1998
Prestasi                        : Menjadi aktor dalam film The Conductrs
Membawa Aremania menjadi Best Suporter Liga Indonesia

Dynamite Ladies, Srikandi FISIP yang Bermental Juara

Sekarang, bicara tentang sepakbola tidak hanya kaum adam saja yang mengerti, tapi kini kaum hawa banyak yang sudah mulai menyukai sepakbola. Mereka kini sudah bisa menikmati serunya pertandingan sepakbola. Sekarang di stadion-stadion, tempat nonton bareng bahkan dirumah dapat dengan mudah kita jumpai saat pertandingan sepakbola di gelar. Semua itu menandakan bahwa kini sepakbola bukan hanya laki-laki saja yang menikmati tapi kini wanita-wanita juga sudah mulai menyukai.
Untitled-1Tidak hanya sampai disitu, kini banyak tim-tim sepakbola atau tim futsal wanita yang mulai bermunculan. Salah satunya adalah tim futsal wanita Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang bernama Dynamite Ladies. Tim ini terbentuk pada bulan febuari 2013 dengan nama JV Ladies, dimana pada awalnya hanyalah sebuah tim kelas komunikasi angkatan 2012 yang berkeinginan untuk bermain futsal. Nama JV sendiri diambil dari nama salah satu tokoh ilmu komunikasi yaitu Joseph de Vito. Berhubung di universitas brawijaya sering mengadakan turnamen futsal wanita, maka pada saat itu ketua LSO futsal David mencoba untuk memfasilitasinya dan diikut sertakan turnamen untuk mewakili FISIP dalam Olimpiade Brawijaya. Untuk menyamakan dengan tim futsal putra FISIP Dynamite Social, maka nama JV Ladies dirubah menjadi Dynamite Ladies dan yang tergabung dalam tim ini tidak lagi hanya dari komunikasi melainkan dari jurusan-jurusan lain dan angkatan lain.
Meskipun baru satu tahun terbentuk, namun prestasi tim ini sangatlah luar biasa. Dimana pada akhir tahun 2013 tim ini menjadi juara 1 EBB Cup tingkat Nasional yang diadakan oleh FEB UB. Selain itu, baru-baru ini Dynamite Ladies menjadi Runer Up dalam turnamen Brawijaya Futsal League. keberhasilan tim Dynamite Ladies tidak terlepas dari campur tangan juru racik yang berasal dari Banyuwangi yaitu Yofi Soelarso dan asistennya yaitu Franie Satria.  kesuksesan ini juga yang menjadi acuan tim futsal laki-laki FISIP untuk lebih baik lagi.(MNH)

Biodata Tim
Nama Awal Tim                    : JV Ladies
Nama Tim Sekarang           : Dynamite Ladies
Terbentuk Pada                    : Febuari 2013
Pelatih                                        : Yofi Soelarso
Asisten Pelatih                      : Franie Satria
Prestasi                                      : Juara 1 EBBCup tingkat Nasional
Runer Up Brawijya Futsal League
Top Score BFL atas nama Sakinah

Kamis, 22 Desember 2011

KADO UNTUK AYAHKU

10 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 25 juni 2011 adalah hari yang tidak akan aku lupakan. karena di tanggal itu ayahku yang sangat aku kagumi berulang tahun. Di tanggal itu mimpi ayahku melihat anaknya menjadi atlet pencak silat harus kandas. Dan dihari itu yang membuat aku seperti ini. 1bulan sebelum tanggal itu, aku membaca salah satu informasi di mading sekolahku yang membuat kaki ku terpaku disitu dan ingin membacanya dengan detail. Pengumumannya adalah tentang pertandingan pencak silat pelajar SMA se-JABODETABEK dan merebutkan piala presiden. karena bibit-bibit petarung pencak silatku sudah ada sejak aku kecil dan diwariskan dari ayahku, aku pun tertarik untuk mengikutinya. dan yang membuatku sangat bersemangat adalah pertandingan finalnya akan diadakan tepat pada hari ulang tahun ayahku. setelah membacanya aku pun kembali ke kelasku. dan ketika dikelas aku tak henti-hentinya membayangkan bahwa aku kan jadi juaranya. bel pulang sekolah pun berbunyi, aku langsung berlari ke parkiran motor sekolahku. ketika aku sampai dirumah, aku langsung mencari kakak ku. dan ternyata kakak ku sedang di kamarnya. aku ceritakan semuanya tentang pengumuman di mading sekolah tadi. aku pun meminta kakak ku tuk jadi pendampingku di pertandingan itu.

" mas tadi di sekolah aku melihat informasi pertandingan pencak silat se-jabodetabek dan merebutkan piala presiden. aku mau ikut pertandingan itu."
"lalu?" tanya kakak ku.
"aku mau mas jadi pendamping ku di pertandingan itu."
"kenapa gak ayah aja?" kata kakak ku.
"pertandingan itu pas hari ulang tahun ayah, jadi aku mau kasih kejutan ke ayah."
"oh begitu. yawdah nanti aku akan jadi pendampingmu."
"tapi jangan bilang-bilang ke ayah dan ibu ya."

hari demi hari aku lalui dengan berlatih. dan tak terasa besok hari yang aku tunggu-tunggu tiba juga. hari pertamaku menginjak lapangan pertandingan saat upacara pembukaan, hatiku berdetak kencang sekali. namun dengan keyakinanku yang sangat tinggi untuk menjadi juara rasa gerogiku pun hilang. setelah upacara pembukaan itu, kakak ku memanggilku untuk ke atas bangku penonton. disana kakak ku memberikan arahan kepada ku. dan setelah sekian lama aku menunggu, nama ku pun di panggil dan bersiap-siaplah aku sambil melakukan pemansan sedikit. dan kakak ku kembali memberi arahan kepadaku.

"sekarang waktunya tiba, kamu harus bermain dengan baik kalo kamu memang ingin memberi kejutan kepada ayah." kata kakak ku sambil meyakikanku.
"ia mas." jawab ku.

dua ronde aku lalui, dan kemenangan pun berpihak pada ku. di hari pertama aku bermain 3kali. dan tuhan masih memberikan kemengan kepada ku. dua hari berikutnya aku masih di beri kemengan. aku tak menyangka aku bisa lolos hingga 16 besar dari 250 peserta. seperti biasa setelahnya aku sampai di rumah kakakku mengevaluasi pertandingan tadi. lawan yang aku hadapi semakin lama semakin berat. dan lagi-lagi tuhan mempermudah jalan ku tuk memasuki babak final. aku sungguh tak menyangka.

"kini kamu sudah lolos kebabak final. lawan mu tidak sama lagi seperti yang kemarin, tentunya dia lebih bagus sehingga dia bias lolos ke babak final."kata kakak ku
"kamu yakin gak?" tanya kakak ku.
"aku yakin. karena semua ni demi ayah." jawab ku.

juara adalah harga mati untuk ku. aku harus berjuang sepenuh kekuatan ku. aku yakin aku menang, aku yakin aku juara. gong penanda mulainya pertandingan dimulai tlah di bunyikan. tak tik yang di berikan kakak ku aku coba terapkan. ternyata tidah mudah untuk mengalahkannya karena dia adalah juara tahun lalu. sorak-sorak penonton terdengar sangat keras. 1,2,3 babak tlah aku lakukan, saatnya pengumuman pemenang. kakakku yang berdiri di sudut lapangan berdo'a dengan khusyu. aku pun tlah pasrah akan semua, karena aku tlah berjuang semampuku. dan pada saat juri meniupkan pluit, bendera merah pun diangkat. bertanda akulah pemenangnya. langsung saja aku sujud syukur atas kemenngan itu. aku pun tidak menyangka bahwa aku di nobatkan sebagai petarung terbaik.

setelah penyerahan piala, aku pun langsung pulang menuju rumah untuk memberikan hadiah itu untuk ayahku. karena perasaan senang yang menggelora dalam diriku, aku memacu kencang motorku. dan ketika di perempatan aku terkaget karena melintas sebuah container. aku tak bisa menghindar karena laju motorku yang terlalu kencang. kaki ku terlindas oleh ban mobil itu. kakak ku terpental jauh. aku dan kakakku pun di bawa kerumah sakit. dan tak lama ayah dan ibuku datang. ayahku menemui dokter yang menanganiku, dan dokter itu pun berkata bahwa kaki ku harus di amputasi. mendengar hal itu pun aku sedih dan aku mersa tak lagi berguna hidupku ini. beberapa hari setelah kakiku di amputasi, aku meminta kakakku untuk mengambilkan piala yang sudah hancur itu.

"mas tolong ambilkan piala di lemari itu."
"ayah ini kado untuk ayah, ma'af kadonya rusak." kata ku.
"makasih nak. ini kado tidak akan ayah buang walau sudah rusak. ini kado yang terindah untuk ayah." kata ayah ku sambil mengelus kepalaku.
"mas makasih ya kemarin dah mau dampingi aku"
"ia. besok-besok ngebut lagi ya." kata kakak ku sambil meledek ku.

mimpi ayah ku melihat anaknya menjadi atlet pencak silat memanglah gagal. namun kebanggaan ayahku tidak berkurang. karena kini, aku dan kakakku menjadi pelatih timnas pencak silat indonesia.

Kamis, 19 Februari 2009

TUHAN TELAH PERGI

Dirumah saya banyak sekali buku-buku tentang agama. waktu saya SMP, saya tertarik sekali terhadap salah satu buku bapak saya. buku itu bejudul "Hikmah Dzikirullah" yang dimana didalam buku tersebut terdapat sebuah puisi yang berjudul "Tuhan Telah Pergi". dan inilah syair dari puisi tersebut


Tuhan Telah Pergi

Ditanah subur berebut rejeki
Kolusi, korupsi menjadi hobi
Menggigiti tetek ibu pertiwi
Hilang hakekat harga diri

Pembawa lantera telah dihina
Tanaman rusak oleh pemelihara
Mulailah redup cahaya pelita
Harapan sengsara di alam baqa'

Dari makam berteriak sadar diri
Bermohon kembali kepada Illahi
Minta kembali kemuka bumi
Sayang Tuhan telah pergi
( hikmah dzikirullah )

Minggu, 15 Februari 2009

Dialah Idola qu


Biografi Iwan Fals
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?] (sumber: Wikipedia, Google)